Keuntungan dan Kerugian Wirausaha


KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN WIRAUSAHA
     Keuntungan dan kerugian berwirausaha adalah resiko yang harus ditanggung oleh seseorang yang membuka usaha. Keuntungan dan kerugian berwirausaha identik dengan keuntungan dan kerugian pada  kecil milik sendiri. Walauusahapun demikian, semua usaha mempunyai peluang yang sama mengalami keuntungan maupun kerugian.
     Menjadi wirausahawan memang menjadi sebuah pilihan yang tepat bagi anda yang memiliki jiwa kreatif, ulet serta mandiri. Banyak orang mengatakan bahwa berwirausaha menawarkan banyak keuntungan dibandingkan kerugiannya. Salah satunya keuntungan berwirausaha tentu saja  bisa hidup bebas dan merdeka tanpa adanya perintah dari orang lain.  
     Untuk bisa menjadi wirausahawan yang sukses, selain harus ulet serta kreatif, ada banyak faktor yang perlu anda perhatikan. Salah satunya adalah kualitas usaha. Dalam memulai suatu usaha hendaknya anda benar-benar memperhatikan kulitas usaha, agar kedepannya, usaha atau bisnis anda mampu bersaing dengan usaha lainnya. 
     Dalam memulai usaha, tentu anda harus memahami terlebih dahulu, apa saja keuntungan dan kerugian dalam berwirausaha. Karena keuntungan berwirausaha, memang menjadi salah satu tujuan penting dalam anda berbisnis. Dengan keuntungan anda dapat tetap menjalankan bisnis anda, mengembangkannya serta dapat menjadikan diri anda memiliki andil yang besar untuk mengurangi jumlah pengangguran di negara ini. Berikut ini keuntungan dan kerugian atau resiko berwirausaha:
Keuntungan berwirausaha :
1. Kesempatan meraih keuntungan tidak terbatas. 
Salah satu keuntungan bewirausaha dibandingkan menjadi seorang pegawai tentu saja kita memiliki kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang tidak terbatas. Dalam artian semakin kita bekerja keras maka keuntungan yang kita dapatkan akan semakin banyak. Hal tersebut tidak bisa kita dapatkan apabila kita bekerja sebagai pegawai, dimana kerja keras kita terkadang tidak sebanding dengan pendapatan yang kita terima ( Terkecuali lembur, atau penugasan khusus ).
2. Memiliki kontrol finansial
Keuntungan lainnya apabila kita berwirausaha tentu saja kita memiliki kontrol finansial secara mandiri. Oleh karenanya penting bagi kita belajar manajemen sebelum kita memulai usaha kita. Sehingga dalam prakteknya kita bisa mengelola keuangan usaha kita dengan baik.
3.Tidak bekerja dibawah perintah orang lain.
Bagi anda yang tidak bisa atau tidak mau bekerja dibawah perintah orang lain, berwirausaha memang menjadi pilihan yang tepat. Keuntungan yang bisa anda peroleh adalah, anda bisa bekerja sesuai dengan kemampuan, minat serta bakat anda, serta bebas mengembangkan diri dan berinovasi dengan usaha yang anda geluti tanpa harus ada tekanan dari atasan anda.
Seorang wirausahawan, ia menjadi pemilik sekaligus manajer dari perusahaannya maka ia juga memegang jabatan tertinggi di perusahaan tersebut sehingga tidak ada seorangpun yang akan memerintahnya untuk melakukan tugas- tugas tertentu. Ia hanya diperintah oleh dirinya sendiri dan ia dapat memerintah orang lain yang bekerja kepada dirinya.
4. Memiliki waktu yang lebih banyak 
Bisa dikatakan, sebagai wirausahawan, kita memiliki waktu yang lebih banyak atau memiliki waktu yang fleksibel dibandingkan dengan seorang pegawai  terutama pada saat usaha yang kita miliki sudah berjalan baik. Namun bukan lantas, kita semerta-merta bebas begitu saja bekerja, kedisiplinan serta ketekunan, konsisten terhadap waktu menjadi kunci sukses dalam anda mengembangkan usaha anda.
5. Memiliki kesempatan yang lebih dalam membangun potensi diri.
Apakah anda merasa potensi yang ada dalam diri anda dibatasi selama anda bekerja sebagai seorang pegawai? Hal inilah yang menyebabkan banyak orang keluar dari pekerjaan dan memilih berwirausaha. Memang apabila kita bekerja sebagai pegawai, kita terkadang tidak bisa membangun atau merealisasikan apa yang menjadi potensi diri pada diri kita, karena hal ini harus disesuaikan dengan kebijakan atasan atau kebijakan di perusahaan tempat dimana kita bekerja.
Jika Anda bekerja sebagai karyawan, Anda mungkin akan terpaksa mengerjakan apa yang tidak Anda pahami. Anda mungkin bekerja bukan pada bidang yang paling Anda kuasai.Sedangkan jika Anda berbisnis sendiri, Anda bisa lebih bebas dalam mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuan diri. Tidak ada yang menghalangi Anda untuk melakukan apapun, kecuali Anda sendiri yang tidak mau mencobanya.
6. Kesempatan untuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat
Salah satu kepuasan diri serta keuntungan berwirausaha yang tidak bisa diukur dengan materi sekalipun adalah, bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Terutama bagi anda yang tinggal di lingkungan dengan tingkat pengangguran tinggi, dengan adanya lapangan pekerjaan baru tentu bisa meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat sekitar lingkungan tempat usaha anda
7. Kepuasan dalam merealisasaikan ide kreatif dan dapat menyumbangkannya kepada orang lain.
Keuntungan menjadi berwirausaha bagi anda yang memiliki jiwa kreatif adalah, anda bisa merealisasikan ide kreatif anda guna mewujudkan suatu produk atau jasa yang berguna bagi orang lain serta mengajarkan orang lain untuk bersama-sama berfikir secara kreatif.
8. Bisa menjalin banyak relasi dan bertukar wawasan.
Bisa dikata menjadi seorang wirausahawan anda dituntut untuk memiliki banyak relasi agar usaha yang anda tekuni bisa maju dan dikenal banyak orang. Dengan adanya banyak relasi bisa saja wawasan anda akan bertambah. Dalam hal ini, anda bisa saling bertukar ilmu dengan rekan yang memiliki bidang usaha lainnya, karena tidak mungkin anda merintis usaha sendiri tanpa bantuan dari pihak lain. Anda akan bertemu dengan banyak orang ketika berbisnis, mulai dari konsumen, sesama pebisnis, investor, sampai aparatur pemerintah.
Anda memang memerlukan banyak relasi tersebut. Koneksi Anda harus luas agar Anda bisa lebih mudah dalam memasarkan produk, mengembangkan bisnis, menjalin kerja sampingan tanpa modal, dan juga mengurus perizinan usaha.
9. Sebagai Wadah atau Media Aktualisasi Diri
Kamu memiliki rencana apa untuk masa depanmu? Apa kamu sudah membuat daftarnya secara rinci? Menjadi pengusaha bisa menjadi salah satu cara aktualisasi diri paling menyenangkan karena profesi ini adalah pilihan atau passion-mu sendiri. Selain itu, kepercayaan dirimu akan semakin bertambah ketika bisnis yang kamu lakoni mendapatkan apresiasi dari banyak orang termasuk  penghargaan dari pemerintah.
10. Membuka Jalan Menjadi Orang Kaya dan Sukses
Menyingkap semua keuntungan dan kerugian wirausaha merupakan bukti bila kamu siap dengan segala resiko yang ada ketika memilih pekerjaan ini. Selain wadah aktualisasi diri, menjadi wirausaha juga bisa membuka jalanmu menjadi orang sukses dan kaya secara materi.
Namun untuk sampai pada titik kesuksesan seorang pengusaha pemula harus berhasil membuat sebuah gebrakan baru. Produk atau jasa yang kamu tawarkan harus menghasilkan omzet besar setiap tahunnya. Meskipun sulit dan penuh berliku, tidak mustahil bagi kamu untuk menjadi pengusaha sukses. Kuncinya bekerja keras, semangat dan pantang menyerah.
11. Jam Kerja Asyik
Keuntungan dan kerugian dalam wirausaha merupakan dua hal yang berbeda. Setidaknya dengan mengetahui kerugian wirausaha kamu bisa lebih berhati-hati ketika mengambil langkah. Dari sisi kelebihannya, mereka yang berprofesi sebagai pengusaha memiliki jam kerja yang sangat fleksibel.
Di satu sisi kamu bisa sangat sibuk, bekerja setiap hari dari pagi sampai dini hari terutama ketika memasuki musim peluncuran produk baru. Akan tetapi, ada kalanya kamu juga bisa bekerja dengan santai dan masuk kerja setengah hari. Tidak heran jika pengusaha merupakan profesi ideal bagi mereka yang menginginkan kebebasan kerja.
12. Membantu Pemerintah Membuka Lapangan Pekerjaan
Keuntungan dan kerugian wirausaha juga tergantung dari jenis bisnis yang kamu lakukan. Contohnya kamu memilih bisnis kosmetik maka kelemahan dari bisnis ini adalah ketersediaan stok yang melimpah ditambah persaingan yang sangat berat.
Tapi keuntungan dari berwirausaha kamu bisa membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan. Semakin besar skala bisnis yang kamu miliki artinya semakin banyak pula tenaga kerja yang kamu serap.
Sebagai makhluk sosial seorang wirausahawan mempunyai cukup peluang untuk membantu orang lain misalnya dengan mengalokasikan zakat penghasilan untuk membantu korban bencana alam, peperangan, ataupun mempekerjakan mereka yang mempunyai potensi tetapi belum bernasib baik mendapatkan pekerjaan, dengan tetap memperhatikan kualitas sesuai job specification.
13. Bisa Memberikan Kontribusi Pajak bagi Negara
Ketika kita suda bisa membuka lapangan pekerjaan dan membantu pemerintah. Artinya kita sudah banyak memberikan banyak manfaat. Apalagi ketika usaha kamu sudah menjadi besar seperti perusahaan-perusahaan lainnya.
Biasanya perusahaan besar akan membayar pajak penghasilan badan usaha ataupun bisa kamu bayar pajak penghasilan perorangan. Dari pajak yang dihasilkan dari usaha kamu itu bisa bermanfaat bagi orang banyak. Pemerintah bisa menyalurkannya ke dalam pembangunan infrastruktur atau layanan umum dan banyak lagi.
14. Berkontribusi dengan CSR
Bagi kamu yang berhasil sukses dengan jalan berwirausaha, bisa berkontribusi dengan CSR (Corporate Social Responsibility). CSR merupakan konsep bahwa perusahaan punya kontribusi terhadap daerah sekitar organisasi perusahaan yang bersifat tanggung jawab sosial.
Tentu bagi kamu yang menjadi wirausaha bisa berkontribusi melalui CSR dengan memberikan beasiswa kepada anak kurang mampu, membagikan sembako, mengadakan lomba dengan kamu ikut menyumbangkan dana dan lain-lain.
15. Menentukan Penghasilan Sendiri
Anda menjadi bos atas diri sendiri. Anda tidak perlu menunggu gaji dari orang, tapi Anda yang menggaji diri Anda sendiri.Ketika ingin hasil yang banyak, maka Anda harus bekerja lebih giat. Anda yang menentukan sendiri target pendapatan Anda
16. Melakukan Apa yang Disukai
Saat berbisnis, Anda punya kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang Anda sukai. Anda bisa menjalankan usaha yang sesuai hobi dan bersenang-senang sambil menghasilkan uang. Namun, jika Anda bekerja dengan orang lain, Anda akan dibebankan tugas yang tidak disukai. Lama-lama, pekerjaan pun akan menjadi rutinitas yang monoton dan membosankan.
Seorang wirausahawan dapat memilih bidang usaha sesuai dengan minat dan bakatnya, maka ia akan mencintai usahanya, dan jika ia sudah mencintai usahanya maka segenap perhatian dan kemampuan akan dicurahkan demi perkembangan usaha. Selain bidang usaha yang dipilih tersebut sesuai dengan minat dan bakat tentunya yang memang dibutuhkan oleh konsumen agar “profitable”.
17. Melatih Mental Sebagai Pemimpin
Sekecil apapun usaha yang Anda rintis, Anda langsung menjadi seorang pemimpin atas bisnis Anda. Anda adalah bos bagi diri sendiri dan juga orang lain yang bekerja dengan Anda. Hal ini akan melatih mental kepemimpinan Anda. Anda akan belajar banyak hal, mulai dari mengambil keputusan, mendelegasikan pekerjaan, menyelesaikan masalah, dan sebagainya.
18. Menciptakan Perubahan
Keuntungan menjadi wirausaha adalah Anda berkesempatan untuk menciptakan perubahan. Anda harus bisa berinovasi dan menghadirkan sesuatu yang baru bagi dunia. Contohnya, Facebook mengubah cara kita berinteraksi melalui media sosial. Go-Jek menghadirkan layanan ojek online yang memudahkan masyarakat untuk mencari alat transportasi roda dua.
19. Wawasan Bertambah Banyak
Jika Anda adalah seorang karyawan, setidaknya Anda hanya perlu menguasai bidang pekerjaan Anda saja. Sedangkan jika Anda menjadi wirausaha, mau tak mau Anda harus mempelajari banyak hal.
Anda harus tahu bagaimana cara memanajemen keuangan, membuat strategi marketing, memimpin anak buah, melayani pelanggan, dan lain-lain. Wawasan Anda pasti akan bertambah banyak, karena itulah yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis supaya berhasil.
20. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Tidak ada yang meningkatkan kepercayaan diri Anda lebih dari melawan keraguan diri dan menjadi yang teratas. Banyak pengusaha menjadi lebih percaya diri dalam mengelola usaha mereka seiring berjalannya waktu dan mereka melihat apa yang benar-benar mampu mereka lakukan.
21. Keuntungan usaha dapat dinikmati sendiri ; 
Usaha yang dijalankan merupakan usaha yang dimilikinya maka keuntungan dari hasil usaha menjadi miliknya juga. Ia akan memperoleh minimal dua macam pendapatan. Pertama, pendapatan dari posisinya sebagai pemilik usaha dan kedua, pendapatan yang diperoleh dari posisinya sebagai manajer.
22. Tidak perlu persetujuan pihak lain dalam membuat keputusan; 
Saat tertentu seorang wirausahawan harus mengambil keputusan tentang sesuatu hal misalnya keputusan untuk melakukan ekspansi dengan membuka cabang perusahaan ditempat lain, keputusan untuk mengikuti pameran produk yang diselenggarakan oleh pihak tertentu, keputusan joint venture, dll. Seorang wirausahawan sebagai pemilik dan manajer perusahaan dapat memutuskan semua hal tersebut tanpa harus menunggu kebijakan dari pihak lain, kalaupun ia meminta pertimbangan dari tenaga ahli atau konsultan dengan alasan agar keputusan yang akan diambil merupakan keputusan yang paling baik bagi perkembangan perusahaan. Semua masukan dari pihak lain menjadi pertimbangan seorang wirausahawan dan pada akhirnya dia sendiri yang akan mengambil keputusan. 

Kerugian berwirausaha :

Berwirausaha memang menawarkan beragam keuntungan bila dibandingkan jika anda bekerja sebagai seorang pegawai. Namun disisi lain, anda perlu memahami terlebih dahulu, apa saja kerugian menjadi wirausahawan, agar nantinya dalam anda menjalankan usaha anda, anda siap dengan resiko terburuk, serta sudah memiliki solusi terbaik terhadap kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja muncul dan berdampak buruk terhadap usaha anda. Berikut ini kerugian berwirausaha yang perlu anda ketahui :
1. Tidak memiliki pendapatan pasti.
Hal yang paling mendasar bekerja sebagai seorang pegawai dan wirausahawan adalah soal pendapatan. Bila seorang pegawai bisa dipastikan memiliki pendapatan pasti setiap bulannya, berbeda dengan seorang pengusaha, dimana waktu dan besarnya pendapapatan tidak bisa dipastikan tergantung dengan profit usaha yang kita geluti.
2. Resiko akan kehilangan modal, aset atau investasi
Dalam membangun suatu usaha, kita harus memiliki modal usaha yang rata-rata tidak sedikit. Anda harus bersiap-siap dengan kemungkinan yang akan terjadi, salah satunya apabila suatu waktu usaha yang anda rintis dalam keadaan yang tidak menguntungkan bahkan harus gulung tikar. Maka anda bisa kehilangan modal awal, aset, bahkan investasi.
Kerugian lain yang dialami oleh hampir setiap wirausahawan adalah masalah keuangan. Wirausahawan harus berpikir keras untuk dapat mengalokasikan dana yang ada untuk berbagai kepentingan usaha termasuk pembelian bahan baku, upah tenaga kerja, biaya promosi dan lain-lain. Sangat lumrah apabila dikatakan demikian, bagaimana tidak seorang pengusaha di tuntut untuk bisa mengatur semua yang berkaitan dengan bisnis nya, sukses / jatuh nya sangat bergantung pada pemilik usaha. Kepiawaian business owner menjadikan kunci utama suksesnya usaha yang di jalani.Jangan takut dengan resiko ini, karena hal tersebuat bisa dipelajari sembari proses bisnis berjalan. Hadapi tantangan bisnis yang ada di depan, taklukanlah maka kesuksesan besar akan menunggu anda di depan mata.
3. Jam kerja panjang dan tidak teratur; 
Wirausahawan tidak menutup kemungkinan akan bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang mulai dari bangun tidur pagi hari sampai menjelang tidur kembali di malam hari. Waktu benar-benar tercurah kepada kepentingan usaha apalagi jika usaha yang dijalankan sedang menghadapi kerugian atau sebaliknya karena ingin mendapatkan keuntungan yang besar pada periode tertentu. Selain itu jam kerja wirausahawan tidak menentu. Pada saat tertentu memiliki waktu luang yang cukup tetapi pada saat lainnya ia sangat sibuk bahkan sampai lupa beristirahat.
Dalam hal ini terutama saat merintis usaha, anda harus rela mengorbankan banyak waktu untuk bisa memulai usaha anda. Tidak hanya waktu untuk diri sendiri saja, melainkan waktu untuk bisa berkumpul dengan keluarga dan waktu rekreasi harus banyak tersita hingga usaha yang anda rintis dapat berjalan dengan stabil. 
4. Memiliki beban kerja dan tanggung jawab yang lebih besar.
Bisa dikatakan anda memegang peran yang sangat besar terhadap kelangsungan hidup usaha yang anda geluti, tidak hanya dari segi keuangan, produksi maupun pemasaran saja, melainkan juga dari segi personil. Oleh karenanya penting dalam hal ini kemampuan manajemen yang baik dengan selalu belajar dari pengalaman diri sendiri, pengalaman orang lain serta belajar dari berbagai sumber ilmu, untuk bisa menjadi seorang "business owner" yang sukses membangun bisnisnya.
Sehubungan dengan posisinya sebagai pemilik sekaligus manajer bagi usahanya sendiri maka seorang wirausahawan memiliki tanggung jawab yang luas terhadap keberhasilan dan kegagalan usahanya. Wirausahawan harus menanggung resiko pada saat terjadi kerugian pada usahanya. Tidak menutup kemungkinan resiko harus dipertanggungjawabkan sampai kepada harta yang dimiliki walaupun berada di luar perusahaan. Hal ini terutama jika perusahaan bentuknya perseorangan dan pailit sehingga akan ditutup, maka untuk memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga wirausahawan harus menutup semua kewajiban tersebut walaupun dengan menggunakan harta yang ada dirumah. Wajar apabila resiko dan permasalan yang muncul dalam bisnis yang di jalani menjadikan timbulnya beban pikiran yang sangat berat, karena awalnya permasalahan harus di selesaikan sendiri menurut pemikirannya. Dalam hal ini apabila seorang pengusaha merasa tidak mampu menyelesaikan masalahnya maka yang di lakukan adalah harus bisa mengkonsultasikan masalah bisnisnya pada rekan bisnis yang lebih senior atau jasa konsultan bisnis. Agar problem yang di hadapi segera teratasi .
7. Pendapatan Cenderung Tidak Tetap
Menjadi pengusaha identik dengan gaji besar dan kekayaan padahal tidak sedikit pula pengusaha yang jumlah pendapatannya tidak tetap. Bulan ini kamu mungkin mendapatkan pendapatan besar karena omzet sedang bagus tapi tidak mustahil satu atau dua bulan ke depan gaji lebih kecil dari sebelumnya.
Berbanding terbalik dengan karyawan yang menerima gaji dengan jumlah yang sama besarnya setiap bulannya. Imbas penurunan gaji pada karyawan persentasenya sangat kecil apalagi jika perusahaan sudah menerapkan gaji UMR/UMK.
Salah satu kerugian yang dialami oleh wirausahawan berhubungan dengan pendapatan. Pendapatan wirausahawan tidak dapat dipastikan atau tidak stabil. Pada periode tertentu pendapatan bersih setelah dikurangi dengan total pengeluaran akan menghasilkan keuntungan. Besarnya keuntungan dari satu periode ke periode lainnya berubah-ubah, terkadang besar pada saat lainnya kecil, bahkan pada periode tertentu wirausahawan mengalami kerugian usaha. Inilah salah satu resiko yang dapat dialami oleh wirausahawan.
8. Tanggung Jawab Lebih Berat
Kelemahan menjadi wirausaha berikutnya adalah mengemban tanggung jawab yang sangat besar terlebih jika perusahaan yang kamu miliki jumlahnya lebih dari satu. Ketika kamu bersikap lemah atau tumbang secara tidak langsung akan turut mempengaruhi kelangsungan perusahaan.
Saat memilih profesi ini, kamu harus menggembleng kemampuan kepemimpinanmu agar menjadi lebih baik dan matang dari sebelumnya. Kamu juga wajib berpikir dewasa tidak asal ambil keputusan begitu saja apalagi tanpa memandang pemegang saham atau direksi lainnya.
9. Tingginya Resiko Kegagalan Bisnis
Ketika kamu menjadi karyawan kantoran kamu dituntut untuk bekerja cepat dan bermental baja. Sementara itu, resiko profesi pengusaha adalah kegagalan bisnis yang bisa terjadi kapan saja tanpa bisa kamu prediksi 100%. Belum lagi persaingan bisnis yang semakin sengit dan hadirnya bisnis serupa yang membuat bisnis milikmu tidak unik lagi.
10. Ancaman Penipuan atau Kejahatan Bisnis
Ada yang namanya keuntungan dan kerugian wirausaha ketika kamu menjadi pebisnis. Ada pula ancaman yang bisa menjadi kerugian bagi pebisnis. Sebenarnya dimanapun kita berkarir, kejahatan akan selalu ada. Nah, salah satu kerugian menjadi wirausaha adalah rentan adanya kejahatan bisnis. Misalnya saja ketika kita ingin bekerja sama dengan seorang distributor, eh ternyata kita ditipu. Uang sudah ditransfer, ternyata barang belum juga sampai. Atau bisa juga rentang dengan investasi bodong dan lain lagi kejahatan di dunia bisnis.
11. Penghianatan
Ternyata ancaman tidak hanya dari luar bisnis kamu saja, bisa jadi juga dari internal usaha. Pernah dengar perselisihan akibat sebuah brand? Jadi, ceritanya ada sebuah bisnis produk makanan ayam. Nah, pegawai mereka ini berhenti dari bisnis yang dia bangun. Setelah berhenti dari usaha tersebut, si pegawai ini bangun usaha baru dengan resep dapur yang sama. Ketika ingin mendaftarkan “Nama Merek” terjadi perselisihan. Ya, bisnis sangat kental dengan hal demikian. Penghianatan bisa saja dari internal usaha kamu.
12. Harga Teman atau Harga Keluarga
Seorang dosen pernah berkata, “Business is business, family is family, friends is friends.” Maksudnya adalah ketika kamu membuka bisnis, maka jadilah seprofesional mungkin. Pisahkanlah dengan kehidupan personal. Ketika ada teman atau keluarga yang beli, tetapkan harga yang sama dengan pembelimu yang lain. Tetapi, kebanyakan dari pebisnis tidak bisa menahannya. Maka, timbullah harga teman dan harga keluarga yang menjadi kerugian atau kata lainnya menurunkan keuntungan yang akan kamu peroleh. Kalau gini terus bisa-bisa ya bangkrut.
13. Belajar tidak ada akhirnya; 
Wirausahawan dituntut untuk selalu mengadaptasi berbagai perubahan yang terjadi. Keterlambatan dalam mengikuti perkembangan dunia usaha akan berakibat kerugian dalam berwirausaha.
14. Pada saat awal memulai bisnis harus berhemat.
Hal ini sangat penting karena mengingat bisnisnya baru start-up, sehingga diperlukan sikap hemat untuk menjaga kelangsungan bisnisnya. Anda harus cermat mengatur keuangan bisnis anda, jangan terlalu banyak menambah asset konsumtif, akan semakin baik apabila asset produktif yang di perbanyak, sehingga hal tersebut membantu sumber penghasilan bagi usaha anda.

Kesimpulan 
Keuntungan dan kerugian berwirausaha adalah resiko yang harus ditanggung oleh seseorang yang membuka usaha. Keuntungan dan kerugian berwirausaha identik dengan keuntungan dan kerugian pada usaha kecil milik sendiri. Walaupun demikian, semua usaha mempunyai peluang yang sama mengalami keuntungan maupun kerugian.

Referensi
Alma, Buchori, 2001, kewirausahaan, Bandung, Alfabeta
Ansyari, Isya. 2013. Makalah Kewirausahaan
Permana, Adam Gilang. 2015. Makalah Kewirausahaan 
Liya, 2015. Makalah Kewirausahaaan

Komentar

  1. Bagaimana entrepreneur dalam mengatasi kerugian yang terjadi, seandainya terjadi kerugian. Karena resiko entrepreneur itu jauh lebih besar dari pada resiko pengusaha?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa cara mengatasi resiko usaha yang dapat diterapkan dalam dunia bisnis adalah
      1. Membuat Rencana
      Langkah pertama untuk mengatasi resiko usaha adalah membuat rencana bisnis. Rencana tersebut harus memuat detail target yang ingin dicapai baik dari segi operasional, keuangan atau pemasaran. Dengan begitu, memudahkan Anda untuk menjalankan bisnis dan mengevaluasi apa yang telah dicapai.
      2. Membuat Perencanaan Manajemen Resiko
      Pada umumnya rencana bisnis akan lebih dijalankan dengan perencanaan manajemen resiko usaha yang matang. Dengan membuat perencanaan manajemen resiko yang tepat sasaran akan berpengaruh terhadap penjualan secara signifikan. Misalkan saja Anda menjalankan bisnis yang memproduksi barang siap pakai. Artinya Anda harus menyusun manajemen resiko apabila ditemukan produk rusak, maka bagaimana Anda meminimalkan risiko dengan merancang metode pendistribusian barang agar tidak mudah rusak
      3. Training Penanganan Resiko Usaha
      Training terkait penanganan resiko usaha dan cara mengatasi resiko usaha bagi SDM dapat meminimalisir resiko usaha. SDM yang telah terlatih dan terbiasa menerapkan strategi menangani resiko usaha akan lebih siap dan cepat tanggap dalam mengatasi resiko usaha yang mungkin terjadi.
      4. Memperbarui Strategi Manajemen Resiko
      Memperbarui strategi manajemen risiko seiring berkembangnya waktu perlu dilakukan untuk meminimalisir resiko usaha. Hal ini untuk menyesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga tidak menimbulkan kerugian lebih banyak.
      5. Menjalankan Rencana Bisnis
      Tahapan selanjutnya adalah menjalankan bisnis sesuai dengan rencana yang Anda buat. Walaupun pada prakteknya, ada perbedaan antara realita dan rencana pada saat menjalankan bisnis. Tapi dengan mengikuti segala rencana yang telah dibuat maka Anda dapat mengevaluasi kembali rencana tersebut untuk mengetahui efektivitasnya. Hal ini bisa membantu Anda mengatasi resiko yang mungkin timbul ketika menjalankan bisnis
      6. Melakukan Riset Pasar
      Melakukan riset pasar merupakan salah satu cara meminimalisir resiko usaha. Dengan melakukan riset pasar yang tepat maka hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam evaluasi, inovasi, maupun peningkatan mutu produk.
      7. Analisa Kebutuhan Pasar
      Analisa kebutuhan pasar merupakan salah satu cara yang wajib dipahami dalam cara meminimalisir resiko usaha. Permintaan kebutuhan pasar yang semakin berkembang dapat dijadikan sebagai analisis dasar untuk berinovasi dalam memenuhi kebutuhan pasar yang cenderung berubah-ubah.
      8. Menyesuaikan Modal Usaha
      Menyesuaikan modal usaha merupakan salah satu cara yang dapat diterapkan dalam cara meminimalisir resiko usaha. Dengan penyesuaian yang tepat tentunya rencana yang dijalankan mampu mengatasi resiko usaha seminimal mungkin.
      9. Analisa Prospek Bisnis
      Analisa prospek bisnis dapat dijalankan dengan sempurna apabila riset pasar dan analisa kebutuhan pasar dapat dijalankan dengan baik. Hal tersebut mampu digunakan sebagai usaha meminimalisir dan juga cara mengatasi resiko usaha dalam jangka pendek maupun panjang.
      10. Memiliki Sebuah Aplikasi Manajemen
      Terakhir untuk memudahkan Anda dalam mengendalikan resiko usaha, bisa dibantu dengan teknologi atau aplikasi manajemen. Melalui aplikasi bisnis ini, Anda bisa melacak semua aktivitas bisnis, termasuk mengidentifikasi resiko yang mungkin timbul. Hal ini memudahkan Anda dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat untuk kemajuan bisnis yang dijalankan.

      Hapus
  2. Mengapa wirausahawan berani untuk mengambil resiko dalam berusaha?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berani mengambil resiko adalah salah satu kunci dalam memulai usaha, karena dalam komponen ini banyak sekali item yang mengikutinya, yaitu berani rugi, berani mengambil keputusan, berani menghadapi masalah, berani menahan diri untuk tidak menggunakan uang perusahaan untuk bersenang-senang, serta berani untuk bangkrut.

      Hapus
  3. Bagaimana menurut anda cara agar dapat mengurangi resiko yang terjadi dalam berbisnis?

    BalasHapus
  4. Mengapa dalam melakukan kegiatan sebuah usaha dikatakan memiliki sebuah resiko sehingga seorang wirausaha harus mengambil resiko tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena berani mengambil resiko adalah salah satu kunci dalam memulai usaha

      Hapus

Posting Komentar